10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif | Bagian 2

, ,

10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif – Nasucha id – Melanjutkan artikel strategi pembelajaran aktif bagian 1 dengan paparan 10 macam serta langkah-langkahnya. Kami melanjutkan dengan 10 macam strategi pembelajaran aktif yang dapat teman-teman pilih.

Strategi Pembelajaran Aktif

Terkhusus dalam implementasi kurikulum 2013 atau sering disebut sebagai K13, guru/fasilator dituntun untuk menghidupkan kelas. Dalam artian, pembelajaran harus dapat mengaktifkan siswa. Karena memang dalam kurikulum 2013 kekreativitasan siswa menjadi salah satu hal yang harus ada dalam penilaian. Untuk mengembangkan kreativitas siswa, salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan strategi pembelajaran aktif.

Bagaimana caranya membuat pembelajaran aktif? Jika teman-teman perhatikan buku pegangan resmi dari pemerintah (sangat terlihat dalam buku-buku tematik SD), di dalamnya telah mengandung pembelajaran aktif. Apabila guru (pengajar) dalam mengajar sudah sesuai dengan apa yang ada dalam buku pegangan tersebut, secara tidak langsung telah melaksanakan pembelajaran aktif.

Hal tersebut dapat terlihat dalam tugas-tugas yang ada dalam buku tersebut. Tugas-tugas tersebut sudah menuntut siswa untuk berdiskusi, mengamati, membuat, merangkai, dan mengasosiasi. Secara tidak langsung siswa telah dituntut untuk aktif. Selain hal-hal tersebut terdapat berbagai macam strategi pembelajaran aktif yang notabennya sama namun dikemas dengan cara berbeda.

10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif

Macam strategi pembelajaran aktif ini merupakan 10 macam dari berbagai macam strategi pembelajaran aktif yang ada. Sebenarnya guru bisa membuat sendiri strategi pembelajaran aktif. Bahkan hal itu akan membuat guru tersebut lebih profesional. Namun untuk yang masih bingung bagaimana membuat strategi pembelajaran aktif, bisa memanfaatkan 10 macam strategi pembelajaran aktif berikut ini. Tentunya dalam penerapannya harus disesuaikan dengan materi, keadaan, sarana pra-sarana, dan jam pelajaran.

Berikut 10 macam strategi pembelajaran aktif beserta langkah-langkah penerapannya.

1. True or False (Benar apa salah)

Strategi ini merupakan aktivitas kolaboratif yang dapat mengajak siswa untuk terlibat ke dalam materi-materi pelajaran dengan segera. Strategi ini menumbuhkan kerja sama berbagai pengetahuan dan belajar secara langsung. Langkah-langkah strategi True or False yaitu:

  1. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi pelajaran.
  2. Beri setiap siswa satu kertas kemudian mereka diminta untuk mengidentifikasi mana pertanyaan yang benar dan mana yang salah. Jelaskan bahwa siswa bebas menggunakan cara apa saja untuk menunjukkan jawaban
  3. Jika proses ini selesai, bacalah masing-masing pertanyaan dan mintalah jawaban dari kelas, apakah pertanyaan tersebut benar atau salah.
  4. Beri masukan untuk setiap jawaban, terangkan bahwa cara kerja siswa adalah bekerja bersama dalam tugas.
  5. Tekankan bahwa kerja sama kelompok yang positif akan sangat membantu mereka.

2. Benar Salah Berantai

Strategi ini mendorong kerja sama kelompok dalam belajar. Dengan strategi ini, siswa dapat belajar dengan cepat untuk materi yang banyak. Materi-materi yang bahan bacaannya dimiliki oleh siswa akan sangat baik diajarkan dengan menggunakan strategi ini. Langkah-langkah strategi Benar Salah Berantai yaitu:

  1. Tentukan topik yang akan dipelajari, dan tentukan juga bahan bacaannya.
  2. Buatlah beberapa pertanyaan tentang teks bacaan yang mengandung unsur benar atau salah.
  3. Pertanyaan-pertanyaan tadi dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok ditulis dalam selembar kertas.
  4. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah kertas yang dibuat. Usahakan masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 orang. Jangan terlalu banyak agar setiap orang dapat memberi kontribusi secara aktif.
  5. Setiap kelompok diberi kertas yang telah berisi pertanyaan-pertanyaan. Dengan ini akan didapatkan kelompok 1 memegang kertas A, kelompok 2 memegang kertas B, kelompok 3 memegang kertas C, dst.
  6. Tugas setiap kelompok adalah menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka miliki kemudian menentukan apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut Benar atau Salah.
  7. Setelah semua kelompok selesai melakukan tugas, kertas di putar untuk di berikan pada kelompok di sampingnya. Dengan ini kelompok 2 akan mendapatkan kertas baru, kertas A, kelompok 3 menerima kertas B, kelompok 4 menerima kertas C, dst. Sementara kelompok satu akan menerima kertas dari kelompok terakhir.
  8. Setelah masing-masing kelompok menerima kertas yang baru, tugas seperti pada langkah nomer 6 diulangi.
  9. Setelah selesai diulang langkah nomor 7, dan langkah nomor 6, dan begitu seterusnya sampai semua kelompok mendapatkan semua kertas.
  10. Guru melakukan klasifikasi dengan membaca pertanyaan-pertanyaan yang ada. Setiap kelompok ditanya jawaban mereka dan dibandingkan dengan jawaban kelompok lain.
  11. Lakukan sampai selesai atau sesuai dengan waktu dan kondisi yang memungkinkan. Strategi Pembelajaran Aktif.
Baca juga:  E-LEARNING : Sosialisasi untuk Guru dan Siswa

3. Inquiring Minds Want to Know (bangkitkan Minat)

Teknik ini dapat membangkitkan keingintahuan siswa dengan meminta mereka untuk membuat perkiraan-perkiraan tentang suatu topik atau suatu pertanyaan. Biasanya siswa cenderung diam ketika diajak untuk membahas materi-materi yang belum terpecahkan pada pertemuan sebelumnya. Langkah-langkah strategi Inquiring Minds Want to Know yaitu:

  1. Buat satu pertanyaan tentang materi pelajaran yang dapat membangkitkan minat siswa untuk mengetahui lebih lanjut atau mendiskusikannya dengan teman. Pertayaan tersebut harus dibuat yang sekiranya hanya diketahui oleh sebagian kecil siswa.
  2. Beri saran agar siswa menjawab apa saja sesuai dengan dugaan mereka.
  3. Jangan memberi jawaban secara langsung. Tampung semua dugaan-dugaan. Biarkan siswa bertanya-tanya tentang jawaban yang benar.
  4. Gunakan pertanyaan tersebut sebagai jembatan untuk mengajarkan apa yang akan diajarkan pada siswa pada sesi ini. Jangan lupa beri jawaban yang benar di tengah-tengah anda menyampaikan pelajaran.

4. Listening Teams (Tim pendengar)

Strategi ini membantu siswa untuk tetap konsentrasi dan terfokus dalam pelajaran yang menggunakan metode ceramah. Strategi ini bertujuan membentuk kelompok-kelompok yang mempunyai tugas atau tanggung jawab tertentu berkaitan dengan materi pelajaran. Langkah-langkah pelaksanaan stategi Listening Teams yaitu:

  1. Bagi siswa menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok mendapat salah satu dari tugas-tugas membuat pertanyaan.
  2. Sampaikan materi kuliah dengan metode ceramah. Setelah selesai, beri kesempatan pada masing-masing kelompok untuk menyelesaikan tugas mereka.
  3. Minta masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil dari tugas mereka.
  4. Beri klarifikasi secukupnya.

5. Guided Note Taking (Catatan terbimbing)

Dalam strategi ini guru menyiapkan suatu bagan atau skema yang dapat membantu siswa dalam membuat catatan-catatan ketika guru menyampaikan materi pelajaran. Langkah-langkah strategi Guided Note Taking yaitu:

  1. Beri siswa panduan yang berisi ringkasan poin-poin utama dari materi pelajaran yang akan disampaikan dengan strategi ceramah.
  2. Bagikan bahan ajar (handout) yang anda buat pada siswa. Jelaskan bahwa anda sengaja menghilngkan beberapa poin penting dalam handout untuk tujuan agar mereka tetap berkonsentrasi mendengarkan pelajaran yang akan di sampaikan.
  3. Setelah selesai menyampaikan materi, minta siswa untuk membacakan hasil catatannya.
  4. Beri klarifikasi.

6. Synergetic Teaching (Pengajaran sinergis)

Ini adalah yang menggabungkan dua cara belajar yang berbeda. Strategi ini memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi hasil belajar dari materi yang sama dengan cara yang berbeda dengan membandingkan catatan mereka. Langkah-langkah strategi Synergetic Teaching yaitu:

  1. Bagi kelas menjadi dua kelompok.
  2. Pindahkan kelompok pertama ke kelas lain, atau tempat lain yang tidak memungkinkan mereka mendengarkan pelajaran Anda untuk membaca bacaan dari topik yang akan Anda ajarkan. Pastikan bahwa bacaan dapat dipahami dengan baik dan sesuai dengan waktu yang Anda gunakan dalam mengajar.
  3. Dalam waktu yang sama, sampaikan materi tersebut pada kelompok ke dua dengan strategi ceramah di kelas.
  4. Setelah selesai, mintalah siswa untuk berpasangan dengan kawan yang tadi menerima pelajaran dengan cara yang berbeda. Anggota kelompok yang satu akan mencari kawan dari anggota kelompok dua.
  5. Keduanya diminta untuk menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh dengan cara yang berbeda tersebut.
  6. Minta beberapa orang untuk menyampaikan hasil belajar mereka atau menjawab pertanyaan yang disampaikan.
  7. Beri penjelasan untuk setiap jawaban siswa yang belum jelas.

7. Guided Teaching (panduan Mengajar)

Dalam strategi ini, guru bertanya kepada siswa satu atau dua pertanyaan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa atau untuk memperoleh hipotesa atau kesimpulan kemudian membaginya kepada kategori. Langkah-langkah strategi Guided Teaching yaitu:

  1. Sampaikan beberapa pertanyaan pada siswa untuk mengetahui pikiran dan kemampuan yang mereka miliki. Gunakan pertanyaan-pertanyaan yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban.
  2. Beri waktu beberapa menit untuk memberi kesempatan pada siswa untuk menjawab pertanyaan. Anjurkan mereka untuk bekerja berdua atau dalam kelompok kecil.
  3. Minta siswa untuk menyampaikan hasil jawaban mereka dan catat jawaban jawaban yang mereka sampaikan. Jika memungkinkan tulis di depan papan tulis dengan mengelompokan jawaban mereka ke dalam kategori-kategori yang nantinya akan disampaikan dalam pembelajaran.
  4. Sampaikan poin-poin utama dari materi anda dengan ceramah yang interaktif.
  5. Minta siswa untuk membandingkan jawaban mereka dengan poin-poin yang telah di sampaikan. Catat poin-poin yang dapat memperluas bahasan materi.
Baca juga:  10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif | Bagian 3

8. Active Debate (Debat aktif)

Debat bisa menjadi satu metode berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kalau siswa diharapkan dapat mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri. Strategi ini secara aktif melibatkan semua siswa di dalam kelas bukan hanya para pelaku debatnya saja.

Langkah-langkah strategi Active Debate yaitu:

  1. Kembangkan sebuah pernyataan yang kontroversial yang berkaitan dengan materi pelajaran.
  2. Bagi kelas ke dalam dua tim. Minta satu kelompok berperan sebagai pendukung atau kelompok yang “pro” dan kelompok lain menjadi penentang atau “kontra”.
  3. Berikutnya buat dua sampai empat sub kelompok dan masing-masing kelompok debat.
  4. Siapkan dua sampi empat kursi untuk para juru bicara pada kelompok “pro” dan jumlah kursi yang sama unt uk kelompok “kontra”. Siswa lain duduk dibelakang para juru bicara. Mulailah debat dengan cara curu bicara mempresentasikan pandngan mereka.
  5. Setelah mendengar argumen pembuka hentikan debat dan kembali ke subkelompok. Setiap sub-kelompok di minta untuk mempersiapkan argument yang menolak argumen pembuka dari kelompok lawan. Setiap subkelompok memilih juru bicara, usahakan yang baru.
  6. Lanjutkan kembali debat. Juru bicara yang saling berhadapan diminta untuk memberikan argumen penentang. Ketika debat berlangsung, peserta yang lain di dorong untuk memberikan catatan yang berisi ulasan argumen atau bantahan.
  7. Pada saat yang tepat akhir debat. Tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang, buatlah kelas melingkar. Pastikan bahwa kelas terintegrasi dengan meminta mereka duduk berdampingan dengan mereka yang berada di kelompok lawan. Diskusikan apa yang telah dipelajari oleh siswa dari pengalaman debat tersebut. Minta siswa untuk mengidentifikasi argumen yang paling baik menurut mereka.

9. Point-counterpoint

Strategi ini sangat baik dipakai untuk melibatkan siswa dalam mendiskusikan isu-isu kompleks secara mendalam. Strategi ini mirip dengan debat, hanya saja dikemas dalam suasana yang tidak terlalu formal. Langkah-langkah pelaksanaan strategi Point-counterpoint yaitu:

  1. Pilihlah isu-isu yang mempunyai beberapa perspektif.
  2. Bagilah siswa ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan jumlah perspektif yang telah di tentukan.
  3. Minta masing-masing kelompok untuk menyiapkan argumen-argumen sesuai dengan pandangan kelompok yang diwakili. Dalam aktivitas ini, pisahkan tempat duduk masing-masing kelompok.
  4. Kumpulkan kembali semua siswa dengan catatan, siswa duduk berdekatan dengan teman-teman satu kelompok.
  5. Mulailah debat dengan mempersilahkan kelompok mana saja yang akan memulai.
  6. Setelah salah seorang siswa menyampaikan satu argumen sesuai dengan pandangan kelompoknya, mintalah tanggapan, bantahan atau koreksi dari kelompok yang lain perihal isu yang sama.
  7. Lanjutkan proses ini sampai waktu yang memugkinkan.
  8. Rangkuman debat yang baru saja di laksanakan dengan menggarisbawahi atau mungkin mencari titik temu dari argumen-argumen yang muncul.

10. Reading Alaound (membaca keras)

Strategi ini dapat membantu siswa dalam berkonsentrasi, mengajukan pertanyaan, dan menggugah diskusi. Langkah-langkah strategi Reading Alaound yaitu:

  1. Pilih satu teks yang cukup menarik untuk di baca dengan keras. Usahakan teks tersebut tidak perlu panjang.
  2. Berikan kopian teks pada siswa jika tidak ada buku teks. Berilah tanda pada poin-poin atau issu-issu yang menarik untuk didiskusikan.
  3. Bagi teks dalam paragraf atau yang lain.
  4. Minta beberapa siswa untuk membaca bagian-bagian teks yang berbeda beda.
  5. Ketika bacaan sedang berlangsung, berhentilah pada beberapa tempat untuk menentukan arti penting poin-poin tertentu, untuk bertanya, atau member contoh. Berikan waktu yang cukup untuk berdiskusi jika mereka menunjukkan ketertarikan terhadap poin tersebut.
  6. Akhir proses dengan bertanya pada siswa apa yang ada dalam teks.

Penutup artikel 10 macam strategi pembelajaran aktif

Di atas 10 macam strategi pembelajaran aktif yang dapat teman-teman terapkan dalam pembelajaran. Sebagai guru yang profesional tentunya tidak sulit untuk menerapkan berbagai macam strategi pembelajaran tersebut. Selain itu, dalam mengajar juga akan terasa lebih menyenangkan karena tidak monoton.

Jika teman-teman belum menemukan strategi pembelajaran aktif yang cocok, teman-teman bisa mencari strategi lainnya dengan memanfaatkan hashtag #PembelajaranAktif yang ada di nasucha id ini. Mungkin itu dulu, semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

1 Share 1.000 Love

Rahasia

Nasucha

Seorang yang sedang belajar untuk menjadi pemerhati "pendidikan anak". Khususnya anak kita nanti. UvU
Rahasia

Tinggalkan komentar