10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif | Bagian 3

, ,

Nasucha id – 10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif – Melanjutkan artikel 10 macam pembelajaran aktif bagian 2 yang tentunya lengkap dengan masing-masing langkah penerapannya. Jika teman-teman belum mengetahui isi dari bagian 2, bisa klik di sini. Dari keseluruhan berarti sudah ada 30 macam strategi pembelajaran aktif yang bisa teman-teman pilih.

Strategi Pembelajaran Aktif

Mengulang sedikit bahwa strategi pembelajaran aktif adalah suatu cara/langkah yang dapat dilakukan guna membuat suasana belajar lebih hidup, atau bisa disebut pembelajaran yang menekankan pada siswa agar aktif. Dalam kurikulum 2013 sangat menuntut guru untuk bisa menerapkan strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa.

Banyak macam strategi pembelajaran aktif yang dapat guru terapkan. Bahkan bisa juga membuatnya sendiri. Namun untuk yang masih bingung, tenang saja. Kami akan memaparkan sedikitnya 10 macam strategi pembelajaran aktif yang bisa teman-teman gunakan dalam menghidupkan kelas.

10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif | Bagian 3

Sedikitnya ada 10 strategi pembelajaran aktif yang akan kami paparkan di antaranya Learning starts with A questions, Plantet Questions, Information Search, Card Sort, The Power of Two, Team Quiz, Jigsaw Learning, Snow Balling, Everyone is a Teacher Here, dan Peer Lessons. Semua strategi tersebut akan kita bahas lengkap dengan langkah-langkahnya. Berikut 10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif:

1. Learning starts with A questions (Pelajaran dimulai dengan pertanyaan)

Belajar sesuatu yang baru akan lebih efektif jika siswa itu aktif dan terus bertanya ketimbang hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru. Salah satu cara untuk membuat siswa belajar secara aktif adalah dengan membuat mereka bertanya tentang materi pelajaran sebelum ada penjelasan dari guru, strategi ini dapat menggugah siswa untuk menggapai kunci belajar yaitu bertanya.

Langkah-langkah strategi Learning starts with A questions dalam pembelajaran yaitu:

  1. Pilih bahan bacaan yang sesuai kemudian bagikan pada siswa.
  2. Minta siswa untuk mempelajari bacaan secara sendirian atau dengan teman.
  3. Minta siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahami. Anjurkan mereka untuk memberi tanda sebanyak mungkin. Jika waktu memungkinkan, gabungkan pasangan belajar dengan pasangan belajar yang lain, kemudian minta mereka untuk membahas poin-poin yang tidak di ketahui yang telah di beri tanda.
  4. Di dalam pasangan atau kelompok kecil. Minta siswa untuk menuliskan pertanyaan tentang materi yang telah mereka baca.
  5. Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang telah di tulis oleh siswa.
  6. Sampaikan materi pelajaran dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan.

2. Plantet Questions (Pertanyaan Rekayasa)

Strategi ini membantu Anda untuk mempresentasikan informasi dalam bentuk respon terhadap pertanyaan yang telah ditanamkan atau diberikan sebelumnya kepada siswa tertentu. Strategi ini dapat membantu siswa yang tidak pernah bertanya atau bahkan tidak pernah berbicara pada jam-jam pelajaran untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan diminta menjadi penanya.

Langkah-langkah strategi Plantet Questions dalam pembelajaran yaitu:

  1. Pilih pertanyaan yang akan mengarahkan pada materi pelajaran yang akan disajikan. Tulislah tiga sampai enam pertanyaan dan urutkan pertanyaan tersebut secara logis.
  2. Tulis setiap pertanyaan pada sepotong kertas (10x15cm), dan tuliskan isyarat yang akan di gunakan untuk memberi tanda kapan pertanyaanpertanyaan tersebut diajukan. Strategi Pembelajaran Aktif.

3. Information Search (mencari informasi)

Metode ini sama dengan ujian open book. Secara berkelompok siswa mencari informasi (biasanya tercakup dalam pelajaran). Metode ini sangat membantu pembelajaran untuk lebih menghidupkan materi yang dianggap kurang menarik.

Langkah-langkah strategi Information Search dalam pembelajaran yaitu:

  1. Buatlah beberapa pertanyaan yang dapat di jawab dengan mencari informasi yang dapat di temukan dalam bahan-bahan atau sumber informasi yang bisa di dapatkan oleh siswa.
  2. Bagikan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada siswa.
  3. Minta siswa untuk menjawab pertanyaan dengan cara individual atau kelompok kecil. Kompetisi antar kelompok dapat diciptakan untuk meningkatkan partisipasi.
  4. Beri komentar atas jawaban yang di berikan siswa. Kembangkan jawaban untuk memperluas skope pembelajaran.
Baca juga:  PENTINGNYA PEMAHAMAN KELEMBAGAAN KOMISI PEMILIHAN UMUM BAGI CALON GURU PKN

4. Card Sort (sortir kartu)

Strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta tentang obyek atau mereview ilmu yang telah diberikan sebelumnya, gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang kelelahan.

Langkah-langkah strategi Card Sort dalam pembelajaran yaitu:

  1. Setiap siswa diberi potongan kertas yang berisi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori.
  2. Mintalah siswa untuk bergerak dan berkeliling di dalam kelas untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama.
  3. Siswa dengan kategori yang sama di minta mempresentasikan kategori masing- masing di depan kelas.
  4. Seiring dengan presentasi dari tiap-tiap kategori tersebut, berikan poin-poin penting terkait materi pelajaran.

5. The Power of Two (kekuatan dua kepala)

Aktivitas pembelajaran ini digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif dan memperkuat arti penting serta manfaat sinergi dua orang. Strategi ini mempunyai prinsip bahwa berpikir berdua jauh lebih baik dari pada berpikir sendiri.

Langkah-langkah strategi The Power of Two dalam pembelajaran yaitu:

  1. Ajukan satu atau lebih pertanyaan yang menuntut perenungan dan pemikiran.
  2. Siswa di minta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara individual.
  3. Setelah semua siswa menjawab dengan lengkap semua pertanyaan, mintalah mereka untuk berpasangan dan saling bertukar jawaban satu sama lain serta membahasnya.
  4. Mintalah pasangan-pasangan tersebut membuat jawaban baru untuk setiap pertanyaan, sekaligus memperbaiki jawaban individual mereka.
  5. Ketika semua pasangan telah menulis jawaban-jawaban baru bandingkan jawaban setiap pasangan di dalam kelas.

10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif Bagian 3

6. Team Quiz (quiz kelompok)

Strategi ini dapat meninggalkan tanggung jawab belajar siswa dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-langkah strategi Team Quiz dalam pembelajaran yaitu:

  1. Pilih topik yang dapat di sampaikan dalam tiga segmen.
  2. Bagi siswa menjadi tiga kelompok, A, B dan C.
  3. Sampaikan pada siswa format penyampaian pelajaran ke mudian mulai penyampaikan materi maksimal 10 menit.
  4. Setelah penyampaian, minta kelompok A untuk menyiapkan pertanyaan pertanyaan berkaitan dengan materi yang baru saja disampaikan.
  5. Kelompok B dan C menggunakan waktu ini untuk melihat lagi catatan mereka.
  6. Minta kelompok A untuk memberi pertanyaan pada kelompok B. Jika kelompok B tidak dapat menjawab pertanyaan, lemper pertanyaan tersebut pada kelompok C.
  7. Kelompok A memberi pertanyaan pada kelompok C, jika kelompok C tidak bisa menjawab, lempar pada kelompok B.
  8. Jika tanya jawab ini selesai, lanjutkan pelajaran ke dua, dan tunjuk kelompok B untuk menjadi kelompok penanya. Lakukan seperti proses untuk kelompok A.
  9. Setelah kelompok B selesai dengan pertanyaan, lanjutkan penyampaian materi pelajaran ke tiga, dan tunjuk kelompok C sebagai kelompok penanya.
  10. Akhir pelajaran dengan menyimpulkan tanya jawab dan jelaskan sekiranya ada pemahaman siswa yang keliru.

7. Jigsaw Learning (belajar model jigsaw)

Strategi ini merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain. Ini adalah strategi pembelajaran aktif favorit penulis. Sangat sering digunakan penulis sebagai strategi pembelajaran aktif dalam micro teaching maupun PPL.

Alasan karena strategi pembelajaran aktif ini sangat sesuai dengan materi-materi PPKn yang jumlahnya sangat banyak. Langkah-langkah strategi Jigsaw Learning dalam pembelajaran yaitu:

  1. Pilihlah materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen (bagian).
  2. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada. Jika jumlah siswa adalah 50 sementara jumlah segmen yang ada adalah 5, maka masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Jika jumlah ini dianggap terlalu besar, bagi lagi menjadi dua, sehingga setiap kelompok terdiri dari 5 orang, kemudian setelah proses selesai gabungkan kedua kelompok pecahan tersebut.
  3. Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi yang berbeda-beda.
  4. Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelari di kelompok.
  5. Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakanlah sekiranya ada persoalan-persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelompok.
  6. Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi.

8. Snow Balling (bola salju)

Strategi ini digunakan untuk mendapatkan jawaban yang dihasilkan dari diskusi siswa secara bertingkat. Dimulai dari kelompok kecil kemudian dilanjutkan dengan kelompok yang lebih besar sehingga pada akhirnya akan memunculkan dua atau tiga jawaban yang telah disepakati oleh siswa secara berkelompok.

Langkah-langkah strategi Snow Balling dalam pembelajaran yaitu:

  1. Sampikan topik materi yang akan diajarkan.
  2. Minta siswa untuk menjawab secara berpasangan (dua orang).
  3. Setelah siswa yang bekerja berpasangan tadi mendapatkan jawaban, pasangan tadi digabungkan dengan pasangan di sampingnya. Dengan ini terbentuk kelompok dengan anggota empat orang.
  4. Kelompok berempat ini mengerjakan tugas yang sama seperti dalam kelompok dua orang. Tugas ini dapat dilakukan dengan membandingkan jawaban kelompok dua orang dengan kelompok yang lain. Dalam langkah ini perlu ditegaskan bahwa jawaban ke dua kelompok harus disepakati oleh semua anggota kelompok baru.
  5. Setelah kelompok berempat ini selesai mengerjakan tugas, setiap kelompok digabungkan dengan satu kelompok yang lain. Dengan ini muncul kelompok baru yang anggotanya delapan orang.
  6. Yang dikerjakan oleh kelompok baru ini sama dengan tugas pada langkah ke empat di atas. Langkah ini dapat dilanjutkan sesuai dengan jumlah siswa atau waktu yang tersedia.
  7. Masing-masing kelompok di minta menyampaikan hasilnya pada kelas.
  8. Pengajar akan membandingkan jawaban dari masing-masing kelompok kemudian memberikan ulasan-ulasan dan penjelasan-penjelasan secukupnya sebagai klarifikasi dari jawaban siswa.
Baca juga:  Model pembelajaran, Metode pembelajaran, strategi pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, Teknik Pembelajaran

9. Everyone is a Teacher Here (setiap orang adalah guru)

Strategi ini sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara individual. Strategi ini memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk berperan sebagai guru bagi kawan-kawanya. Dengan strategi ini siswa yang tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.

Langkah-langkah penerapan strategi Everyone is a Teacher Here dalam pembelajaran yaitu:

  1. Bagikan secarik kertas atau kartu indeks kepada seluruh siswa. Setiap siswa diminta untuk menuliskan satu pertanyaan tentang materi yang sedang dipelajari di kelas (misalnya tugas membaca) atau sebuah topik khusus yang akan didiskusikan di dalam kelas.
  2. Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut kemudian bagikan kepada setiap siswa. Pastikan bahwa tidak ada siswa yang menerima kertas yang ditulis sendiri. Minta mereka untuk membaca dalam hati pertanyaan dalam kertas tersebut kemudian memikirkan jawabannya.
  3. Minta siswa secara sukarela untuk membacakan pertanyaan tersebut dan menjawabnya.
  4. Setelah jawaban diberikan minta siswa lainnya untuk menambahkan.
  5. Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya.

10. Peer Lessons (belajar dari teman)

Strategi ini baik digunakan untuk menggairahkan kemauan siswa untuk mengajarkan materi kepada temannya. Strategi ini akan sangat membantu siswa di dalam mengajarkan materi kepada teman-teman sekelas.

Langkah-langkah strategi Peer Lessons dalam pembelajaran yaitu:

  1. Bagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil sebanyak segmen mater yang akan di sampaikan.
  2. Masing-masing kelompok kecil di beri tugas untuk mempelajari satu topik materi, kemudian mengajarkannya pada kelompok lain. Topik-topik yang diberikan harus yang saling berhubungan.
  3. Minta setiap kelompok untuk menyiapkan strategi untuk menyampaikan materi pada mereka untuk tidak menggunakan metode ceramah atau seperti membaca laporan.
  4. Buat beberapa saran.
  5. Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam maupun di luar kelas.
  6. Setiap kelompok menyampaikan materi sesuai tugas yang telah di berikan.
  7. Setelah semua kelompok melaksanakan tugas, beri kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu di luruskan dari pemahaman siswa.

Penutup 10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif

Seperti yang sudah-sudah bahwa dalam pemilihan jenis strategi pembelajaran aktif, teman-teman hendaknya menyesuaikan strategi tersebut dengan materi yang akan disampaikan, kondisi siswa, suasana kelas, bahkan jam pelajaran berlangsung. Hal tersebut diharapkan agar pembelajaran berlangsung secara optimal.

Tujuan kami membuat artikel 10 macam strategi pembelajaran aktif ini tak lain untuk membantu teman-teman dalam mengajar. Selain untuk mengajar, artikel ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pedoman dalam penyusunan RPP. Tinggal teman-teman modifikasi sedikit agar sesuai dengan materi dan mata pelajaran yang dibawakan.

10 macam strategi pembelajaran tersebut kami dapat dari bahan ajar perkuliahan. Apabila dari kesepuluh macam tersebut teman-teman belum mendapatkan strategi pembelajaran yang cocok, teman-teman bisa memanfaatkan hashtag #PembelajaranAktif yang telah tersedia di Nasucha id ini. Mungkin cukup, semoga bermanfaat. Terima kasih.

1 Share 1.000 Love

Rahasia

Nasucha

Seorang yang sedang belajar untuk menjadi pemerhati "pendidikan anak". Khususnya anak kita nanti. UvU
Rahasia

Tinggalkan komentar