10 Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning) Bagian 1

, ,

Nasucha id – Sebagai seorang pendidik (guru) kita dituntut untuk menciptakan pembelajaran aktif. Penggunaan strategi pembelajaran aktif ini akan sangat membantu guru baik untuk perencanaan pembelajaran maupun pelaksanaannya.

Strategi Pembelajaran Aktif

Menurut Hisyam Zaini (2009) Srategi Pembelajaran Aktif adalah suatu cara yang dapat dilakukan guna membuat suasana belajar lebih hidup, atau bisa disebut pembelajaran yang menekankan pada siswa agar aktif. Bisa kita bayangkan pentingnya strategi pembelajaran aktif itu sendiri. Berikut ini kami akan mencoba menunjukkan 10 Strategi pembelajaran aktif yang bisa saudara gunakan untuk menghidupkan pembelajaran di kelas.

Strategi pembelajaran aktif yang dipaparkan di antaranya Critical Incident, Prediction Guide, Teks Acak, Reading Guide, Group Resume, Prediksi kawan, Assesment Search, Questions Students Have, Instant Assesment, dan Active Knowledge Sharing.

Kesepuluh strategi pembelajaran tersebut hanyalah sebagian kecil dari banyaknya strategi-strategi lain. Bahkan guru dapat membuat strategi pembelajaran sendiri. Sesuai dengan angan-angan bagaimana proses pembelajaran itu akan berlangsung. Di sini akan membahas mengenai langkah-langkah dari strategi yang telah dipaparkan di atas.

Sehingga untuk para guru atau calon guru dapat langsung menggunakannya saat pembelajaran maupun saat menyusun rencana pembelajaran. Untuk pemilihan strategi pembelajaran aktif, silahkan Anda sesuaikan dengan materi, bahan dan fasilitas, serta jam pelaksanaan pembelajaran agar dapat berlangsung secara optimal.

10 Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning)

Seperti yang telah kami sampaikan di atas bahwa dalam artikel ini akan membahas mengenai 10 strategi pembelajaran yaitu: Critical Incident, Prediction Guide, Teks Acak, Reading Guide, Group Resume, Prediksi kawan, Assesment Search, Questions Students Have, Instant Assesment, dan Active Knowledge Sharing. Untuk langkah dari masing-masing pembelajaran, mari kita simak paparan di bawah ini.

10 Strategi Pembelajaran Aktif beserta langkah-langkahnya

1. Critical Incident (Pengalaman penting)

Strategi ini digunakan untuk memulai pelajaran. Tujuan dari penggunaan strategi ini adalah untuk melibatkan siswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka. Langkah-langkah pembelajaran:

  1. Sampaikan kepada siswa topik atau materi yang akan dipelajari dalam pertemuan.
  2. Beri kesempatan beberapa menit kepada siswa untuk mengingat-ingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada.
  3. Tanyakan pengalaman yang tidak terlupakan menurut mereka.
  4. Sampaikan materi pelajaran dengan mengaitkan pengalaman-pengalaman siswa dengan materi yang akan disampaikan.

2. Prediction Guide (Tebak Pelajaran)

Strategi prediction guide ini digunakan untuk melibatkan siswa di dalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir. Dengan strategi ini siswa diharapkan dapat terlibat dalam awal pertemuan dan tetap mempunyai perhatian ketika guru menyampaikan materi. Di awal pertemuan siswa diminta untuk menebak apa yang akan muncul dalam topik tertentu. Selama penyampaian materi siswa dituntut untuk mencocokan hasil tebakan mereka dengan materi yang disampaikan oleh guru.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi prediction guide yaitu:

  1. Tentukan topik yang akan disampaikan.
  2. Bagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil
  3. Guru meminta siswa untuk menebak apa saja yang kira-kira akan mereka dapatkan dalam pelajaran.
  4. Siswa diminta untuk membuat perkiraan-perkiraan itu di dalam kelompok kecil.
  5. Sampaikan materi secara interaktif.
  6. Selama proses pembelajaran, siswa diminta untuk mengidentifikasi tebakan mereka yang sesuai dengan materi yang anda sampaikan.
  7. Di akhir pembelajaran, tanyakan berapa jumlah tebakan mereka yang benar.

3. Teks Acak

Strategi teks acak ini sangat baik digunakan untuk pelajaran bahasa. Meskipun dapat juga digunakan untuk pelajaran yang lain. Dengan strategi ini, siswa dituntut untuk berpikir logis dengan mengurutkan suatu alur cerita atau bacaan.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi teks acak yaitu:

  1. Pilih bacaan yang akan disampaikan.
  2. Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian. Potongan bisa dilakukan per kalimat, atau per dua kalimat.
  3. Bagi siswa menjadi kelompok kecil.
  4. Beri setiap kelompok satu bacaan utuh yang sudah dipotong-potong.
  5. Tugas siswa adalah menyusun bacaan sehingga dapat dibaca dengan urut.
  6. Pelajari teks bacaan dengan siswa, dengan cara yang di kehendaki.

4. Reading Guide (Panduan Membaca)

Dalam beberapa kesempatan, sering terdapat kejadian bahwa materi tidak dapat diselesaikan di dalam kelas dan harus diselesaikan di luar kelas karena banyaknya materi yang harus diselesaikan. Dalam keadaan seperti ini, strategi ini dapat digunakan secara optimal.

Baca juga:  Model/Strategi Pembelajaran Aktif (Hisyam Zaini, 2009)

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi reading guide yaitu:

  1. Tentukan bacaan yang akan di pelajari.
  2. Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan di jawab oleh siswa atau kisi-kisi
    dan boleh juga bagan atau skema yang dapat di isi oleh mereka dari bahan bacaan yang telah di pilih tadi.
  3. Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi pada siswa.
  4. Tugas siswa adalah mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktivitas ini sehingga tidak akan memakan waktu yang berlebihan.
  5. Bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawabannya pada siswa.
  6. Diakhir pelajaran beri ulasan secukupnya.

5. Group Resume (Resum Kelompok)

Biasanya sebuah resume menggambarkan hasil yang telah dicapai oleh individu. Resume ini akan menjadi menarik untuk dilakukan dalam group (kelompok) dengan tujuan membantu siswa menjadi lebih akrab atau melakukan team building (kerja sama kelompok) yang anggotanya sudah saling mengenal sebelumnya. Kegiatan ini akan lebih efektif jika resume itu berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi group resume yaitu:

  1. Bagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-6 anggota.
  2. Terangkan pada mereka bahwa kelas mereka itu dipenuhi oleh individu-individu yang penuh bakat dan pengalaman.
  3. Sarankan bahwa salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi dan menunjukkan kelebihan yang dimiliki kelas adalah dengan membuat resume kelompok.
  4. Bagikan pada setiap kelompok kertas plano (kertas buram ukuran koran) dan spidol untuk menuliskan resume mereka.
  5. Resume harus dapat mencakup informasi yang dapat menjual “kelompok” secara keseluruhan.
  6. Minta masing-masing kelompok untuk mempresentasikan resume mereka dan catat keseluruan potensi yang dimiliki oleh keseluruan kelompok.

6. Prediksi kawan

Untuk mata pelajaran yang sering menuntut kerja sama kelompok dalam bekerja (team Building) perlu dibangun semenjak awal pelajaran. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa dapat secepatnya mengenal teman-temannya. Sehingga pada akhirnya mereka dapat bekerja sama dalam kelompok. Strategi ini adalah salah satu cara yang cukup baik untuk membantu siswa mengenal satu sama lain.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi prediksi kawan yaitu:

  1. Bentuk kelompok-kelompok kecil, 3-4 orang (usahakan mereka yang belum mengenal).
  2. Jelaskan pada siswa bahwa tugas mereka adalah menebak apa jawaban yang akan diberikan oleh kawannya jika dia menyakan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan.
  3. Minta masing-masing kelompok untuk memulai dengan memilih salah seorang dari mereka untuk menjadi “subjek” tersebut. Sampaikan bahwa mereka tidak perlu takut untuk menulis prediksi yang dirasa aneh. Ketika mereka membuat dugaan jawaban, mintalah sang “subjek” untuk tidak memberi indikasi yang mengarah pada jawaban yang benar. Ketika semua selesai dengan prediksi mereka, sang “subjek” harus menjawab setiap pertanyaan.
  4. Proses nomor 3 ini di lanjutkan dengan anggota yang lain sampai selesai.

7. Assesment Search (Menilai Kelas)

Teknik ini cukup menarik untuk mengetahui tingkatan kemampuan siswa dalam kelas tertentu. Strategi ini dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan sekaligus melibatkan siswa sejak awal pertemuan untuk saling mengenal dan bekerja sama.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi assesment search yaitu:

  1. Buatlah tiga atau empat pertanyaan untuk mengetahui kondisi kelas.
  2. Bagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil terdiri dari tiga atau empat orang tergantung pada soal yang di buat. Beri masing-masing siswa satu pertanyaan. Kemudian minta masing-masing untuk menginterview teman satu group untuk mendapatkan jawaban dari mereka.
  3. Pastikan bahwa setiap siswa mempunyai pertanyaan sesuai dengan bagiannya. Dengan demikian, jika jumlah siswa adalah 18, yang dibagi menjadi tiga kelompok, maka akan ada 6 orang yang mempunyai pertanyaan yang sama.
  4. Minta masing-masing kelompok untuk menyeleksi dan meringkas data dari hasil interview yang telah di lakukan.
  5. Minta masing-masing kelompok untuk melaporkan hasil dari apa yang telah mereka pelajari dari temannya ke kelas.

8. Questions Students Have (pertanyaan dari siswa)

Teknik ini merupakan teknik yang mudah dilakukan dan dapat dipakai untuk mengetahui kebutuhan serta harapan siswa. Teknik ini menggunakan elisitasi dalam memperoleh partisipasi siswa secara tertulis. Menurut pengalaman pribadi, strategi ini merupakan salah satu strategi pembejaran aktif yang banyak digunakan oleh mahasiswa saat microteaching maupun PPL.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi Questions Students Have yaitu:

  1. Bagikan potongan-potongan kertas (ukuran kartu pos) kepada siswa. (bisa disesuaikan)
  2. Minta setiap siswa untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang berkaitan dengan materi pelajaran (tidak perlu menuliskan nama).
  3. Setelah semua selesai membuat pertanyaan masing-masing diminta untuk memberikan kertas yang berisi pertanyaan kepada teman di samping kirinya. Dalam hal ini jika posisi duduk siswa adalah lingkaran, nantinya akan terjadi gerakan perputaran kertas searah jarum jam. Jika posisi duduk berderet sesuaikan dengan posisi mereka asalkan semua siswa dapat giliran untuk membaca semua pertanyaan dari teman-temannya.
  4. Pada saat menerima kertas dari teman di sampingnya siswa diminta untuk membaca pertanyaan yang ada. Jika pertanyaan itu juga ingin diketahui jawabannya, maka dia harus memberi tanda centang (V). Jika tidak ingin diketahui atau tidak menarik, berikan langsung kepada teman di samping kiri. Dan begitu seterusnya sampai semua soal kembali kepada pemiliknya.
  5. Ketika kertas pertanyaan tadi kembali kepada pemiliknya siswa diminta untuk menghitung tanda centang yang ada pada kertasnya. Pada saat ini carilah pertanyaan yang mendapat tanda centang paling banyak.
  6. Beri respon kepada pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan a) jawaban langsung secara singkat, b) menunda jawaban sampai pada waktu yang tepat atau waktu membahas topik tersebut, c) menjelaskan bahwa mata pelajaran ini tidak akan sampai membahas petanyaan tersebut. Jawaban secara pribadi dapat diberikan di luar kelas.
  7. Jika waktu cukup, minta beberapa orang siswa untuk membacakan pertanyaan yang dia tulis meskipun tidak mendapatkan tanda centang yang banyak kemudian beri jawaban. Kumpulkan semua kertas. Besar kemungkinan ada pertanyaan-pertanyaan yang akan jawab pada pertemuan berikutnya.
Baca juga:  Kompetensi Guru PPKn : Standar Isi Proses Pembelajaran

9. Instant Assesment (Penilaian Instan)

Teknik ini menyenangkan dan tidak menakutkan untuk mengetahui siswa. Dengan strategi ini guru dalam waktu yang singkat dapat mengetahui siswa dari sisi latar belakang, pengalaman, sikap, harapan dan perhatiannya.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi Instant Assesment yaitu:

  1. Butalah potongan-potongan kertas, masing-masing di tulis huruf A, B, atau C untuk menjawab pertanyaan pilihan ganda. Atau kertas dengan tulisan huruf B atau S untuk menjawab soal benar salah, atau kertas dengan tulisan angka 1, 2, 3, 4, atau 5 untuk pertanyaan dengan jawaban rangking, seperti skala likert.
  2. Tulislah pertanyaan atau pertanyaan yang dapat dijawab oleh siswa dengan menunjukkan kartu (kertas yang telah disiapkan sebelumnya) yang ada pada mereka.
  3. Bacalah pertanyaan yang telah anda buat dan minta siswa untuk menjawab dengan mengangkat kertas (kartu).
  4. Dengan cepat hitunglah jawaban mereka. Minta beberapa siswa untuk menyampaikan alasan dari jawaban mereka.
  5. Lanjutkan prosedur ini sampai waktu yang di kehendaki.

10. Active Knowledge Sharing (Saling tukar pengetahuan)

Strategi pembelajaran aktif ini dapat membawa siswa untuk siap belajar dengan cepat. Strategi ini dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan siswa untuk membentuk kerja sama tim. Strategi ini dilakukan pada hampir semua mata pelajaran. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi Active Knowledge Sharing yaitu:

  1. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan di ajarkan.
  2. Minta siswa untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
  3. Minta semua siswa untuk berkeliling mencari teman yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak di ketahui atau di ragukan jawabannya. Tekankan pada mereka agar saling membantu.
  4. Minta siswa untuk kembali ke tempat duduk mereka kemudian periksalah jawaban mereka. Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh siswa. Guanakan jawaban-jawaban yang muncul sebagai jembatan untuk mengenal topik penting yang akan di sampaikan di kelas.

Di atas merupakan sedikit paparan mengenai 10 Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning) Bagian 1. Artikel ini merupakan rangkuman dari artikel sebelumnya yaitu 60 Model/Strategi Pembelajaran. Sehingga bisa dipastikan bahwa kedepannya masih terdapat 50 strategi yang langkah-langkah pembelajarannya belum kita utarakan.

Jika dari pemaparan di atas, teman-teman belum mendapatkan strategi pembelajaran aktif yang cocok. Teman-teman dapat memanfaatkan hashtag #PembelajaranAktif yang ada di Nasucha id ini. Tentunya untuk mendapatkan strategi-strategi lainnya yang sangat cocok untuk Anda. Terima kasih. Semoga membantu.

 

1 Share 1.000 Love

Rahasia

Nasucha

Seorang yang sedang belajar untuk menjadi pemerhati "pendidikan anak". Khususnya anak kita nanti. UvU
Rahasia

Tinggalkan komentar