15 Strategi/Model Pembelajaran Aktif | Bagian 5

, ,

Nasucha id – Akhirnya kita berada diujung artikel pembahasan mengenai macam strategi/model pembelajaran aktif. Untuk keseluruhan model pembelajaran aktif, telah kami rangkum menjadi satu dalam artikel Strategi/Model Pembelajaran Aktif (Hisyam Zaini).

Teman-teman dapat berkunjung pada artikel tersebut untuk mengetahui sedikitnya 55 strategi/model pembelajaran aktif. Di mana ke 55 model pembelajaran tersebut untuk pembahasan dan langkah-langkah dari masing-masing kami paparkan dalam 5 artikel.

Model Pembelajaran Aktif

Model pembelajaran aktif adalah suatu metode pembelajaran baik berupa rancangan maupun strategi yang digunakan untuk mengajar dengan tujuan agar mengaktifkan siswa dalam belajar. Pengertian tersebut tidak berbanding jauh dengan pengertian pembelajaran aktif (active Learning) itu sendiri. Seperti yang dikutip dari wikipedia bahwa pembelajaran aktif adalah konsep pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif baik fisik, psikis maupun emosinya dalam proses pembelajaran. (sumber: )

15 Macam Strategi/Model Pembelajaran Aktif

Dalam artikel ini sedikitnya akan kami paparkan 15 macam strategi/model pembelajaran aktif. Macam-macam strategi/model pembelajaran aktif yaitu Lightening the learning climate, Bermain jawaban, The Learning Cell, Role Playing, Group Investigation, Talking Stick, Bertukar Pasangan, Snawball Throwing, Facilitator And Explaining, Demonstration, Explicit Intruction, Cooperative Integrated Reading And Composition, Inside-Outside-Circle, Tebak Kata, dan Word Square.

1. Lightening the Learning Climate (menghidupkan suasana belajar)

Suatu kelas dapat dengan cepat menemukan suasana belajar yang rileks, informal dan tidak menakutkan dengan meminta siswa untuk membuat humor-humor kreatif yang berhubungan dengan materi pelajaran. Strategi ini sangatlah informal, akan tetapi pada waktu yang sama dapat mengajak siswa untuk berfikir.

Langkah-langkah model pembelajaran menggunakan strategi Lightening the Learning Climate adalah:

  1. Jelaskan pada siswa bahwa anda akan memulai pelajaran dengan aktifitas pembuka yang menyenangkan sebelum masuk pada materi pelajaran yang lebih serius.
  2. Bagilah siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Beri masing-masing kelompok kecil satu tugas untuk membuat kegembiraan atau kelucuan dari topik, konsep atau issu dari mata pelajaran yang anda ajarkan.
  3. Minta kelompok-kelompok tadi untuk mempresentasikan kreasi mereka. Beri penghargaan untuk setiap kreasi.
  4. Tanyakan “Apa yang mereka pelajari tentang materi kita dari latihan ini”.
  5. Guru memberi penjelasan untuk melanjutkan pelajaran dengan materi yang lain.

2. Bermain jawaban

Ini adalah sebuah permainan yang dapat melibatkan semua siswa dari  menit awal sampai akhir. Dalam permainan ini siswa ditantang untuk mencari jawaban yang benar dan sekaligus bergantung pada faktor keberuntungan. Permainan ini dapat digunakan untuk pre-test maupun post-test. Dalam permainan ini guru mengajar dengan menggunakan jawaban-jawaban yang ditemukan oleh siswa.

Langkah-langkah model pembelajaran dengan strategi Bermain Jawaban adalah:

  1. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok. Besar kelompok disesuaikan dengan jumlah siswa. Usahakan jumlah siswa di masing-masing kelompok tidak lebih dari 5 orang.
  2. Setiap kelompok di beri pertanyaan-pertanyaan. Jumlah pertanyaan untuk setiap kelompok adalah sama.
  3. Minyalah masing-masing kelompok untuk mendiskusikan jawaban dan mencari kira-kira di kantong yang mana jawaban tersebut berada.
  4. Mulai permainan dengan meminta salah satu kelompok untuk membacakan satu pertanyaan, kemudian salah satu dari anggota kelompok mengambil jawaban dari kantong yang ada di depan kelas. Setelah selesai menjawab satu pertanyaan, kesempatan di berikan pada kelompok yang lain.
  5. Langkah nomer 4 diulang untuk kelompok yang lain sampai pertanyaan habis, atau waktu tidak memungkinkan.
  6. Guru memberi klarifikasi jawaban atau menambahkan penjelasan yang bersumber pada materi yang ada dalam permainan tadi. Strategi Pembelajaran Aktif.

3. The Learning Cell (sel belajar)

Learning cell atau siswa berpasangan, menunjuk pada suatu bentuk belajar kooperatif dalam bentuk berpasangan, di mana siswa bertanya dan menjawab pertanyaan secara bergantian berdasar pada materi bacaan yang sama. Langkah-langkah model pembelajaran dengan strategi The Learning Cell adalah:

  1. Sebagai persiapan, siswa diberi tugas untuk membaca sebuah bacaan kemudian menuliskan pertanyaan yang berhubungan dengan masalah pokok yang muncul dari bacaan atau materi terkait lainnya.
  2. Pada awal pertemuan, siswa ditunjuk untuk berpasangan dengan mencari kawan yang di senangi. Siswa A memulai dengan membacakan pertanyaan pertama dan dijawab oleh siswa B.
  3. Telah mendapatkan jawaban dan mungkin telah dilakukan koreksi atau diberi tambahan informasi, giliran siswa B mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa A.
  4. Jika siswa A selesai mengajukan satu pertanyaan kemudian dijawab oleh siswa B, ganti B yang bertanya, dan begitu seterusnya.
  5. Selama berlangsung tanya jawab, guru bergerak dari satu pasangan ke pasangan yang lain sambil memberi masukan atau penjelasan dengan bertanya atau menjawab pertanyaan.
Baca juga:  Kompetensi Guru PPKn : Standar Isi Proses Pembelajaran

4. Role Playing

Model pembelajaran aktif ini mengaktifkan siswa dengan cara bermain peran. Langkah-langkah model pembelajaran aktif dengan strategi Role Playing adalah:

  1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan.
  2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM.
  3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang.
  4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.
  5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan.
  6. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan.
  7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas.
  8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.
  9. Guru memberikan kesimpulan secara umum.
  10. Evaluasi.
  11. Penutup.

5. Group Investigation (Sharan, 1992)

Langkah-langkah model pembelajaran aktif dengan strategi Group Investigation adalah:

  1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen.
  2. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok.
  3. Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain.
  4. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan.
  5. Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok.
  6. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan.
  7. Evaluasi.
  8. Penutup.

6. Talking Stick

Model pembelajaran aktif dengan strategi tongkat bicara ini merupakan idola bagi para pendidik. Selain mudah dan menyenangkan, strategi ini bisa dikombinasikan dengan strategi-strategi lainnya. Strategi ini digunakan untuk menunjuk siswa agar mau menyampaikan atau menjawab pertanyaan.

Langkah-langkah model pembelajaran aktif dengan strategi Talking Stick adalah:

  1. Guru menyiapkan sebuah tongkat (bisa menggunakan spidol atau alat lainnya)
  2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
  3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
  4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
  5. Guru memberikan kesimpulan
  6. Evaluasi
  7. Penutup

7. Bertukar Pasangan

Langkah-langkah penerapan model pembelajaran aktif strategi bertukar pasangan adalah:

  1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya.
  2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.
  3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain.
  4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka.
  5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.

8. Snawball Throwing

Langkah-langkah model pembelajaran aktif dengan strategi Snawball Throwing adalah:

  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
  5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit.
  6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
  7. Evaluasi.
  8. Penutup.

9. Facilitator And Explaining

Siswa/peserta diminta untuk mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya. Langkah-langkah model pembelajaran aktif Facilitator And Explaining adalah:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi.
  3. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya.
  4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa.
  5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
  6. Penutup.

10. Demonstration

Strategi ini dikhusus untuk materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran aktif Demonstration adalah:

  1. Guru menyampaikan TPK.
  2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan dismpaikan.
  3. Siapkan bahan atau alat yang diperlukan.
  4. Menunjukan salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
  5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisa.
  6. Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.
  7. Guru membuat kesimpulan.
Baca juga:  UU Sisdiknas : Pengertian dan Tujuan Pendidikan

11. Explicit Intruction/Pengajaran Langsung(Rosenshina & Stevens, 1986)

Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedur dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangklah. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran aktif Explicit Intruction adalah:

  1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa.
  2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan.
  3. Membimbing pelatihan.
  4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.
  5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan.

12. Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)/Kooperatif Terpadu Membaca Dan Menulis (Steven & Slavin, 1995)

Langkah-langkah implementasi model pembelajaran aktif Cooperative Integrated Reading And Composition adalah:

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.
  2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran.
  3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas.
  4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok.
  5. Guru membuat kesimpulan bersama.
  6. Penutup.

13. Inside-Outside-Circle/Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar (Spencer Kagan)

Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran aktif Inside-Outside-Circle adalah:

  1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar.
  2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam.
  3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
  4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
  5. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya.

14. Tebak Kata

Langkah-langkah penerapan model pembelajaran aktif Tebak Kata adalah:

  1. Persiapan guru. Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak. Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga).
  2. Penerapan untuk siswa. Jelaskan TPK atau materi ± 45 menit.
  3. Suruhlah siswa berdiri didepan kelas dan berpasangan.
  4. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga.
  5. Sementara siswa membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10×10 cm. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga.
  6. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya.
  7. Dan seterusnya hingga seluruh siswa mendapat giliran.

15. Word Square

MEDIA : Buat kotak sesuai keperluan dan buat soal sesuai TPK. Langkah-langkah model pembelajaran aktif Word Square adalah:

  1. Sampaikan materi sesuai TPK
  2. Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh
  3. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban
  4. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak : CONTOH SOAL
    Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara …….
    ……. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah
    Uang ……. Saat ini banyak di palsukan
    Nilai bahan pembuatan uang disebut …….
    Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai …….
    Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut …….
    Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai …….
    Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif …….
    Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut …….

tabel Word Square

Ahirnya kami telah berhasil mepaparkan sedikitnya 55 Macam Strategi/Model Pembelajaran Aktif. Bagi teman-teman yang ingin mengetahui ke-55 strategi tersebut bisa berkunjung pada artikel Model/Strategi Pembelajaran Aktif yang ada pada portal ini. Mungkin cukup, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

1 Share 1.000 Love

Rahasia

Nasucha

Seorang yang sedang belajar untuk menjadi pemerhati "pendidikan anak". Khususnya anak kita nanti. UvU
Rahasia

Tinggalkan komentar