Apa Itu Bilyet Giro? Ini Pengertian dan 10 Syarat Formalnya

Nasucha.id – Apa itu Bilyet Giro? Apa bedanya dengan cek.

Menurut KBBI, bilyet merupakan kertas berharga seperti yang dikeluarkan oleh bank.

Pengertian Bilyet Giro

Bilyet Giro adalah surat perintah dari Penarik ​kepada Bank Tertarik untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah dana kepada rekening Penerima.

Dikutip dari BI.go.id, dalam penggunaan Bilyet Giro berlaku prinsip umum.

Adapun prinsip umum tersebut yakni:

1. Sebagai sarana perintah pemindahbukuan.

2. Tidak dapat dipindahtangankan.

3. Diterbitkan dalam mata uang Rupiah.

4. Ditulis dalam Bahasa Indonesia.

Syarat Formal Bilyet Giro

Agar Bilyet Giro berlaku, harus memenuhi syarat-syarat berikut:

1. Nama “Bilyet Giro” dan nomor Bilyet Giro.

2. Nama Bank Tertarik.

3. Perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah dana atas beban Rekening Giro Penarik.

4. Nama dan nomor rekening Penerima.

5. Nama Bank Penerima.

6. Jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun dalam huruf secara lengkap. Jumlah dana yang dipindahbukukan dilakukan dalam valuta/mata uang Rupiah.

7. Tanggal Penarikan.

8. Tanggal Efektif

Pengisian Tanggal Efektif harus berada dalam Tenggang Waktu Pengunjukan.

9. Nama jelas Penarik.

Pengisian nama jelas Penarik dapat dilakukan melalui personalisasi oleh Bank Tertarik, paling sedikit memuat nama Penarik sesuai dengan yang tercatat di Bank Tertarik. Nama jelas Penarik tidak wajib dicantumkan saat penerbitan Bilyet Giro apabila telah dilakukan per​sonalisasi oleh Bank Tertarik. Dalam hal Penarik adalah badan hukum/badan usaha, nama jelas Penarik adalah nama badan hukum/badan usaha.
​​
10. Tanda tangan Penarik

Baca juga:  UU Sisdiknas : Pengertian dan Tujuan Pendidikan

Tanda tangan Penarik dilakukan dengan menggunakan tanda tangan basah sesuai dengan spesimen tanda tangan yang ditatausahakan oleh Bank Tertarik. Dalam hal Penarik berupa badan hukum, tanda tangan dilakukan oleh pihak yang berwenang mewakili badan hukum atau yang menerima kuasa, yang spesimennya ada di Bank Tertarik. Tanda tangan Penarik juga dapat dilengkapi dengan cap/stempel apabila telah diperjanjikan dalam perjanjian pembukaan rekening.

Contoh Warkat Bilyet Giro​
Contoh Warkat Bilyet Giro​ (BI.go.id)

Pemenuhan syarat formal harus menggunakan Bahasa Indonesia dan dapat ditambahkan padanan katanya dalam Bahasa Inggris.

Pemenuhan syarat formal angka (1) sampai dengan angka (3) dilakukan oleh Bank Tertarik pada saat pencetakan Bilyet Giro, angka (4) sampai dengan angka (10) dilakukan oleh Penarik pada saat penerbitan Bilyet Giro.

Bilyet Giro yang tidak memenuhi syarat formal tidak berlaku sebagai Bilyet Giro.

Previous

Menu Baru CFC Ayam Goreng Khas Indonesia

Sejarah Lomba Makan Kerupuk di HUT RI 17 Agustus, Ini Alasannya

Next

Tinggalkan komentar