Ciri-Ciri Konstitusi Bersifat Rigid Beserta Penjelasannya

,

Nasucha id – Ciri konstitusi – Konstitusi merupakan sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara-biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis. Seringnya konstitusi disebut pula sebaga Undang-undang Dasar suatu negara. (Lihat wiki)

Pengertian Rigid

Rigid diambil dari kata bahasa Inggris yaitu “Rijid” yang berarti kaku. Sesuai dengan KBBI kaku adalah keras tidak dapat dilentukkan, kejur, kejang. Bisa disimpulkan bahwa Rigid adalah sesuatu yang kaku, tidak mudah berubah-ubah. Atau istilah kata untuk menunjukkan sesuatu yang kaku/sulit diubah.

Dalam ranah hukum, kata Rigid sering digunakan untuk menggambarkan konsep konstitusi yang digunakan dalam pembahasan undang-undang dasar suatu negara. Apabila undang-undang dasar suatu negara memiliki sifat rigid, berarti undang-undang tersebut sulit untuk diubah. Dapat diubah namun dengan syarat-syarat tertentu.

Konstitusi Rigid

konstitusi rigid adalah suatu konstitusi yang susah/sulit untuk diubah. Jika memang diharuskan untuk diubah, maka perubahannya hanya bisa dilakukan dengan syarat-syarat khusus atau dengan cara yang spesial. Contoh negara yang memiki konstitusi bersifat rigid yaitu: Amerika Serikat, Australia, Swiss, Prancis, dan Norwegia. Tak ketinggalan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan konstitusi yang bersifat rigid.

Cara Merubahnya

Konstitusi rigid lebih sulit cara merubahnya jika dibandingkan dengan konstitusi yang bersifat fleksibel. Cara merubah konstitusi bersifat rigid harus sesuai dengan kaidah atau syarat yang khusus. Konstitusi rigid baru dapat diubah dengan syarat jika didukung oleh suara mayoritas mutlak.

Misalnya 2/3 dari anggota badan perwakilan rakyat yang hadir setuju untuk dilakukan perubahan. Sedangkan konstitusi yang fleksibel dapat diubah dengan persyaratan yang lebih mudah semisal: lebih dari setengah jumlah anggota yang hadir setuju atau dapat cukup dilakukan dengan jalur setingkat undang-undang.

Baca juga:  Maklumat Wakil Presiden Nomor X tanggal 16 oktober 1945 | Wapres

Ciri-ciri Konstitusi bersifat Rigid

Berikut penjelasan mengenai ciri-ciri konstitusi yang bersifat rigid. James Bryce dalam bukunya yang berjudul “Studies in History and Jurisprudence”, sebagaimana dikutip oleh Sri Soemantri, memberikan ciri-ciri tertentu pada konstitusi rigid dan fleksibel.

Tetapi di sini penulis hanya akan memberikan ciri-ciri konstitusi yang bersifat rigid karena agar sesuai dengan tema. Menurut James Bryce ciri-ciri pokok konstitusi bersifat rigid yaitu:

  1. Mempunyai kedudukan dan derajat yang lebih tinggi dari peraturan perundang-undangan yang lain. Contoh konkretnya di Indonesia, UUD 1945 memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding dengan UU/peraturan lainnya.

  2. Hanya dapat diubah dengan cara yang khusus atau istimewa, seperti persetujuan rakyat dalam referendum atau keputusan legislatif dengan suara terbanyak mutlak.

1 Share 1.000 Love

Rahasia

Nasucha

Seorang yang sedang belajar untuk menjadi pemerhati "pendidikan anak". Khususnya anak kita nanti. UvU
Rahasia

Tinggalkan komentar