Human Trafficking adalah Perdagangan Manusia

Nasucha.id – Human Trafficking (Perdagangan Manusia) adalah bentuk perbudakan modern dan merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji serta melanggar hak asasi manusia.

Dikutip dari dp3ap2.jogjaprov.go.id, saat ini Human Trafficking telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan.

Modus yang ada juga semakin berkembang dan canggih seiring perkembangan jaman dan keterbukaan informasi.

Human Trafficking sendiri bersifat laten karena ketidaktahuan mengenai unsur-unsur terkait TPPO yang meliputi proses, cara, dan tujuan eksploitasi, sehingga sulit membedakan dengan bentuk kekerasan lainnya.

Korban perdagangan orang cenderung tidak melapor, umumnya korban juga tidak memahami bantuan yang tersedia, khawatir terhadap stigma dan konsekuensi yang timbul apabila kejadian itu tersebar.

Di Indonesia, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak termasuk dalam korban perdagangan manusia dengan tujuan eksploitasi tenaga kerja, eksploitasi seksual, eksploitasi sebagai pengemis dan pelaku kriminal.

Para pelaku perdagangan orang juga dapat merusak kehidupan para korban dan keluarga mereka.

Data dari SIGA DIY menunjukan tahun 2020 tercatat ada 11 orang yang menjadi korban trafficking dan eksploitasi.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah berupaya untuk memberantas human trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Namun karena masalah perdagangan orang ini sangat kompleks dan bersifat multidimensi sehingga diperlukan kerjasama konkrit antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, masyarakat maupun LSM dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang.

Previous

Aliran Naturalisme dalam Seni Lukis

Susunan Tangga Nada Mayor akan Menimbulkan Kesan yang Gembira

Next

Tinggalkan komentar