10 Macam Strategi/Model Pembelajaran Aktif | Bagian 4

, ,

Nasucha id – Tak terasa memang pembahasan untuk macam strategi/model pembelajaran aktif sudah memasuki bagian ke-4. Sehingga sudah dipastikan bahwa telah tersedia strategi/model pembelajaran aktif sebanyak 40 jenis. Untuk melihat keseluruhan teman-teman bisa klik di sini. Langsung saja ke pembahasan model pembelajaran aktif.

Model Pembelajaran Aktif

Kualitas pembelajaran akan meningkat jika siswa sebagai peserta proses pembelajaran memperoleh kesempatan yang luas untuk bertanya, berdiskusi, dan menggunakan secara aktif pengetahuan baru yang diperoleh. Diketahui pula bahwa pengetahuan baru tersebut cenderung untuk dapat dipahami dan dikuasai secara lebih baik. (Morgado, 2010)

Jadi, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang aktif. Bukan hanya guru yang aktif, tetapi siswanya juga aktif. Pembelajaran Aktif adalah suatu pendekatan yang digunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pengajaran serta dengan penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif.

Hal tersebut dilakukan guna memunculkan ketertarikan siswa sehingga mereka mudah untuk menyerap pengetahuan dan menampilkan keterampilan yang diajarkan.

Macam Strategi/Model Pembelajaran Aktif

Sepuluh macam Strategi/Model Pembelajaran aktif yang akan kami paparkan adalah Learning contract, Index card match, Giving question and getting answers, Crossword puzzle, Physical self assessment, Keep on learning, Modling the way, Billboard Ranking, Silent demonstration, dan Practice – rehearsal pairs.

Kesepuluh macam strategi/model pembelajaran aktif yang telah disebutkan di atas, masing-masing akan kami coba jelaskan lengkap dengan langkah-langkahnya. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan teman-teman dalam pelaksanaannya.

Teman-teman dapat memilih strategi/model pembelajaran aktif berikut sesuai dengan kesukaan, ketertarikan, dan sebagainya. Silahkan tinggal kopi terus kemudian paste di RPP ataupun proposal PTK teman-teman. Berikut model pembelajaran aktif yang bisa teman-teman pilih.

1. Learning Contract (kontrak belajar)

Belajar mandiri sering lebih mendalam dan lebih permanen pengaruhnya, akan tetapi guru harus yakin bahwa ada kesepakatan yang jelas tentang apa dan bagaimana sesuatu yang akan dipelajari. Langkah-langkah model pembelajaran aktif Learning Contract adalah:

  1. Setiap siswa di minta untuk memilih sebuah topik yang akan dipelajari secara mandiri.
  2. Doronglah siswa untuk membuat rencana studi dengan hati-hati. Beri waktu yang cukup untuk membuat perencanaan.
  3. Mintalah siswa untuk membuat kontrak tertulis.

2. Index Card Match (mencari pasangan)

Stategi/model pembelajaran aktif ini cukup menyenangkan untuk digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan strategi ini, dengan catatan siswa diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan.

Langkah-langkah model pembelajaran aktif Index Card Match adalah:

  1. Buatlah potongan-potongan kertas sebanyak jumlah siswa yang ada dalam kelas.
  2. Bagi kelas-kelas tersebut menjadi dua bagian yang sama.
  3. Pada separuh bagian, tulis pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. Setiap kertas bersi satu pertanyaan.
  4. Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat.
  5. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.
  6. Setiap siswa di beri satu kertas. Jelaskan bahwa ini adalah aktifitas yang dilakukan berpasangan. Separuh siswa akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.
  7. Minta siswa untuk menemukan pasangan , minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan pada teman yang lain.
  8. Setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras pada teman-teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangannya.
  9. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.

3. Giving Question and Getting Answers (memberi pertanyaan dan menerima jawaban)

Strategi ini sangat baik digunakan untuk melibatkan siswa dalam mengulang materi pelajaran yang telah disampaikan. Strategi ini tepat digunakan di akhir pertemuan. Langkah-langkah model pembelajaran aktif Giving Question and Getting Answers adalah:

  1. Buat potongan-potongan kertas sebanyak dua kali jumlah siswa.
  2. Setip siswa di minta untuk melengkapi pertanyaan.
  3. Bagi siswa ke dalam kelompok kecil, 4 atau 5 orang.
  4. Masing-masing kelompok memilh pertanyaan-pertanyaan yang ada, dan juga topik-topik yang dapat mereka jelaskan.
  5. Minta setiap kelompok untuk membacakan pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka seleksi. Jika di antara siswa ada yang menjawab, beri kesempatan untuk menjawab. Jika tidak ada yang bisa menjawab, guru harus menjawab.
  6. Setiap kelompok di minta untuk menyampaikan apa yang dapat mereka jelaskan. Selanjutnya minta mereka untuk menyampaikannya ke kawankawannya.
  7. Lanjutkan proses ini sesuai dengan waktu dan kondisi yang ada.
  8. Akhiri pembelajaran dengan menyampaikan rangkuman dan klarifikasi dari jawaban-jawaban dan penjelasan siswa.
Baca juga:  10 Macam Strategi Pembelajaran Aktif | Bagian 3

4. Crossword Puzzle (teka teki silang)

Teka-teki dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung. Bahkan strategi ini dapat melibatkan partisipasi siswa secara aktif semenjak awal.

Langkah-langkah pembelajaran dengan strategi Crossword Puzzle adalah:

  1. Tulis kata-kata kunci, terminologi atau nama-nama yang berhubungan dengan materi pelajaran yang telah diberikan.
  2. Buatlah kisi-kisi yang dapat di isi dengan kata-kata yang telah dipilih. (seperti teka-teki silang). Hitampan bagian yang tidak diperlukan.
  3. Buat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya adalah kata-kata yang telah dibuat atau dapat juga hanya membuat pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada kata-kata tersebut.
  4. Bagikan teka-teki ini pada siswa. Bisa individu atau kelompok.
  5. Batasi waktu mengerjakan.
  6. Beri hadiah pada kelompok atau individu yang mengerjakan paling cepat dan benar.

5. Physical Self Assessment (mempersiapkan diri dalam kelompok)

Seorang guru perlu mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa atas materi pelajaran yang diberikan atau sejauh mana hasil belajar yang telah dicapai oleh mereka. Strategi ini dapat menjadi strategi yang menarik dan menyenangkan, dapat juga digunakan sebagai cara mengubah aktivitas kelas.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi Physical Self Assessment adalah:

  1. Buatlah pertanyaan yang akan di pakai untuk menilai siswa.
  2. Atur ruangan sedemikian rupa atau pinggiran kursi dan meja, kalau ada, kemudian minta siswa untuk berdiri di belakang kelas.
  3. Tuliskan angka 1 sampai 5 pada sepotong kertas, usahakan ukurannya cukup besar, untuk skala penilaian.
  4. Tempelkan angka-angka tersebut pada tempat yang terpisah di dalam kelas.
  5. Setiap pertanyaan di bacakan, siswa di minta untuk berkumpul di sekitar angka yang menurut mereka sesuai dengan kondisi mereka. Anjurkan siswa untuk menilai diri mereka sendiri.
  6. Setelah semua siswa memutuskan pilihan masing-masing, tanyakan mengapa mereka memilih angka tersebut.
  7. Setelah mendengarkan beberapa pendapat dari mereka, beri kesempatan pada setiap siswa untuk berpindah sekiranya mereka menghendaki. Strategi Pembelajaran Aktif.

6. Keep on Learning (belajar terus)

Strategi ini mengajarkan kepada siswa bahwa belajar bukan hanya pada jam pelajaran saja tetapi bisa dilakukan dengan cara mencari sesuatu dengan membaca segala jenis bacaan. Dengan membaca akan mengembangkan kecerdasan dan kemampuan otak dalam menyelesaikan berbagai kesulitan. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran Keep on Learning adalah:

  1. Beri penjelasan pada siswa bahwa anda mendengarkan agar mereka tidak berhenti belajar hanya karena jam pelajaran telah usai.
  2. Sampaikan bahwa sebetulnya ada banyak cara untuk tetap belajar secara mandiri.
  3. Nyatakan bahwa salah satu cara untuk menemukan cara tersebut adalah dengan curah gagasan.
  4. Bentuk beberapa kelompok kecil. Minta masing-masing kelompok untuk mencari cara-cara yang dapat di pakai untuk belajar di luar kelas.
  5. Kembalikan siswa ke tempat duduk semula dan masing-masing kelompok menyampaikan apa yang telah mereka pilih di kelompok.
  6. Minta siswa untuk menentukan pilihan dari masukan-masukan yang ada.

7. Modling the Way (membuat contoh praktek)

Strategi ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan ketrampilan spesifik yang dipelajari di kelas melalui demonstrasi. Siswa diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan menentukan bagaimana mereka mengilustrasikan ketrampilan dan teknik yang baru saja dijelaskan. Strategi ini akan sangat baik jika digunakan untuk mengajarkan pelajaran yang menuntut ketrampilan tertentu.

Langkah-langkah penerapan model pembelajaran Modling the Way adalah:

  1. Setelah pembelajaran satu topik tertentu, carilah topik-topik yang menuntut siswa untuk mencoba atau mempraktekkan ketrampilan yang baru diterangkan.
  2. Bagilah siswa ke dalam beberapa kelompok kecil sesuai dengan jumlah mereka. Kelompok-kelompok ini akan mendemonstrasikan suatu ketrampilan tertentu sesuai dengan skenario yang di buat.
  3. Beri siswa waktu 10-15 menit untuk menciptakan skenario kerja.
  4. Beri waktu 5-7 menit untuk berlatih.
  5. Secara bergiliran tiap kelompok di minta mendemonstrasikan kerja masing masing. Setelah demonstrasi selesai, beri kesempatan pada kelompok yang lain untuk memberikan masukan pada setiap demonstrasi yang dilakukan.
  6. Guru memberi penjelasan secukupnya untuk mengklarifikasi.
Baca juga:  Model pembelajaran, Metode pembelajaran, strategi pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, Teknik Pembelajaran

8. Billboard Ranking (papan rangking)

Strategi ini tepat sekali digunakan untuk menstimulasi refleksi dan diskusi mengenai nilai- nilai, gagasan dan pilihan-pilihan yang ada di dalam masyarakat. Materi-materi yang mengajarkan aspek efektif dapat diajarkan dengan strategi ini karena strategi ini tidak hanya menuntut kemampuan kognitif siswa, akan tetapi lebih mengutamakan aspek afektifnya.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model Billboard Ranking adalah:

  1. Bagi kelas ke dalam kelompok kecil 4-6 orang.
  2. Berikan daftar pertanyaan yang mencakup nilai-nilai yang tidak mempunyai urutan yang pasti.
  3. Berikan potongan kertas dan minta mereka untuk menulis kembali nilai nilai tersebut.
  4. Minta siswa untuk membuat urutan dari nilai yang di anggap terpenting sampai yang tidak penting.
  5. Buatlah sejenis “Billboard” atau papan dimana masing-masing kelompok dapat menuliskan pernyataan tadi sesuai dengan rangking atau urutan yang telah mereka spakati.
  6. Bandingkan urutan nilai tersebut di depan kelas.
  7. Beri komentar dengan memberi penjelasan tentang masing-masing pertanyaan.

9. Silent Demonstration (demonstrasi bisu)

Strategi ini dapat digunakan untuk belajar mengajar langkah-langkah suatu proses untuk ketrampilan yang lain. Dengan mendemonstrasikan langkah-langkah suatu prosedur dengan cara diam (bisu), guru mendorong siswa untuk tetap menjaga perhatian. Strategi ini dapat digunakan dengan baik untuk mengajarkan ketrampilan atau materi materi yang menuntut kerja psikomotorik.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi Silent Demonstration adalah:

  1. Tentukan prosedur atau langkah-langkah yang akan di ajarkan pada siswa.
  2. Mintalah siswa untuk memperhatikan dalam mengerjakan prosedur tertentu. Lakukan dengan penjelasan atau komentar yang seminim mungkin. Tugas anda di sini adalah memberikan gambaran visual tentang prosedur tersebut. Jangan terlalu berharap bahwa siswa akan banyak mengingat apa yang anda kerjakan. Dalam kesempatan ini anda hanya di tuntut untuk membangun kesiapan belajar mereka.
  3. Bentuk siswa menjadi pasangan-pasangan. Demonstrasikan lagi bagian pertama dari prosedur, usahakan tidak terlalu banyak memberi penjelasan. Minta masing-masing pasangan untuk mendiskusikan apa yang mereka saksikan dari demonstrasi sang guru.
  4. Minta beberapa orang untuk menjelaskan apa yang anda lakukan. Jika siswa masih kesulitan, ulangi lagi demonstrasi anda. Komentari observasi yang benar.
  5. Beri kesempatan untuk masing-masing pasangan untuk mempraktekkan prosedur. Jika sukses, lanjutkan dengan demonstrasi bisu untuk bagian selanjutnya.
  6. Akhiri dengan memberi tantangan pada siswa untuk melakukan prosedur dari awal sampai akhir.

10. Practice – Rehearsal Pairs (praktek berpasangan)

Ini adalah strategi sederhana yang dapat dipakai untuk mempraktekkan  suatu ketrampilan atau prosedur dengan teman belajar tujuannya adalah untuk menyakinkan masing-masing pasangan dapat melakukan ketrampilan dengan benar. Materi-materi yang bersifat psikomotorik adalah materi yang baik untuk diajarkan dengan strategi ini.

Langkah-langkah pembelajaran strategi Practice – Rehearsal Pairs adalah:

  1. Pilih satu ketrampilan yang akan dipelajari oleh siswa.
  2. Bentuk pasangan-pasangan. Dalam pasangan, buat dua peran a) penjelas atau pendemonstrasi, dan b) pemerhati atau pengecek.
  3. Orang yang bertugas sebagai penjelas atau pendemonstrator menjelaskan atau mendemonstrasikan cara mengerjakan ketrampilan yang telah ditentukan. Pemerhati atau pengecek bertugas mengamati dan menilai penjelasan atau demonstrasi yang di lakukan temannya.
  4. Pasangan bertukar peran. Demonstrator ke dua diberi ketrampilan yang lain.
  5. Proses di teruskan sampai semua ketrampilan atau prosedur dapat dikuasai.

Baik mungkin cukup. Untuk teman-teman yang masih bingung mau pilih model/strategi yang mana, bisa kunjungi artikel kami berjudul Model/Strategi Pembelajaran Aktif. Semoga bermanfaat, terima kasih.

1 Share 1.000 Love

Rahasia

Nasucha

Seorang yang sedang belajar untuk menjadi pemerhati "pendidikan anak". Khususnya anak kita nanti. UvU
Rahasia

Tinggalkan komentar