Hukum Internasional : Pengertian, Istilah, dan Dasar

Nasucha id – Mungkin ini coretan sedikit tentang Pengertian, Istilah,dan Dasar HI.

Pengertian Hukum Internasional menurut Ahli

Menurut J.G. Starke

J.G. Starke merumuskan bahwa hukum internasional adalah sebagai sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan peraturan-peraturan tingkah laku yang mengikat negara-negara dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan antar negara satu sama lain yang juga meliputi:

  1. Peraturan-peraturan hukum mengenai pelaksanaan fungsi lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi itu masing-masing serta hubungannya dengan negara-negara dan individu-individu.
  2. Peraturan-peraturan hukum tertentu mengenai individu-individu dan kesatuan-kesatuan bukan negara sepanjang hak-hak atau kewajiban-kewajiban individu dan kesatuan itu merupakan masalah persekutuan internasional.

Menurut Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH., LLM

Menurut Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH., LLM pengertian  Hukum internasional adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara-negara antara:

  1. Negara dengan negara
  2. Negara dengan subyek hulcum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain.

Menurut Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH

Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH. mendefinisikan bahwa Hukum Publik Internasional sebagai hukum yang mengatur perhubungan hukum antara pelbagai bangsa di pelbagai negara sebagai perbedaan daripada istilah Hukum Perdata Internasional.

Simpulan

Dari tiga definisi di atas menunjukkan bahwa hukum internasional merupakan sekumpulan peraturan yang mengatur hubungan antar subjek hukum internasional yang satu dengan subyek hukum internasioal yang lain.

Istilah Hukum Internasional

Dalam berbagai literatur Barat dan dalam bahasa Indonesia, istilah Hukum Internasional dikenal dengan nama –Ius gentium (Latin), Volkerrech (Jerman), Volkenrech (Belanda), Ius inter gentes, Law of nations, Public international law, Transnational law, Common law of mankind, Hukum bangsa-bangsa, dan Hukum antarnegara. Namun, dalam konteks Indonesia, istilah ‘hukum internasional’ merupakan istilah yang paling lazim digunakan.

Baca juga:  Definisi Hukum Internasional menurut Jhon Austin, Hugo dkk

Alasan penggunaan hukum internasional dalam kajian keilmuan karena istilah ini adalah istilah yang paling mendekati kenyataan dan sifat daripada hubungan-hubungan dan masalah-masalah yang menjadi objek bidang hukum ini. Pada masa sekarang persoalan yang dikaji oleh hukum international tidak hanya terbatas pada hubungan antarbangsa-bangsa atau antarnegara saja melainkan telah mencakup berbagai persoalan hubungan antarsubjek hukum baik dalam suasana damai maupun suasana perang/konflik.

Dasar Hukum Internasional

Ada tiga dasar utama hukum internasional yaitu rasa keadilan, hukum kodrat, dan positivisme. Berikut penjelasan masing-masing:

1) Rasa keadilan

Hukum internasional sebagai bagian dari norma hukum pada umumnya memiliki dasar yang sama dengan hukum lainnya. Menurut Wirjono (1967), rasa keadilan adalah dasar segala hukum. Artinya, hukum internasional harus berdasar pada rasa keadilan yang hidup dan terpelihara dalam berbagai bangsa di dunia.

2) Hukum Kodrat

Sudah lama bahkan pertama kali hukum internasional mendasarkan pada hukum kodrat (natural law). Kelompok penulis hukum internasional yang mendasarkan pada hukum kodrat disebut kaum naturalis. Kelompok naturalis berpendapat bahwa kaidah dan prinsip hukum dalam semua sistem hukum tidak dibuat oleh manusia melainkan berasal dari kaidah dan prinsip yang telah berlaku sepanjang masa dan bersifat universal.

Beberapa asas hukum alam yang berlaku universial di seluruh dunia antara lain: orang dilarang mengambil barang milik orang lain dengan maksud untuk memiliki, kalau orang menguasai barang milik orang lain maka barang tersebut harus dikembalikan, setiap orang harus memenuhi janji, orang harus mengganti kerugian akibat kesalahannya, orang yang melakukan kejahatan hares dihukum, dan masih banyak lagi ketentuan lainnya.

3) Positivisme

Positivisme merupakan dasar hukum intemasional yang bersumber pada kesepakatan bersama antara negara berupa perjanjian dan kebiasaan internasional. Kelompok posivisme beranggapan bahwa peraturan dalam hubungan antarnegara adalah kaidah atau prinsip yang buat bersama sesuai dengan kepentingan dan kemauan negara-negara tersebut. Dasar hukum ini bersumber pada kesepakatan atau perjanjian sebagaimana dinyalakan Rousseau dalam bukunya Du Contract Social bahwa hokum adalah pemyataan kehendak bersama.

Baca juga:  Definisi Hukum Internasional menurut Jhon Austin, Hugo dkk

Sumber: http://massofa.wordpress.com/2012/02/06/pengertian-istilahdan-dasar-hukum-international/

Mungkin di atas pembahasan sedikit mengenai HI. Jika teman-teman ingin lebih mendalami tentang HI, bisa memanfaatkan hashtag #HukumInternasional yang tersedia di web nasucha id ini. Semoga membantu dan bermanfaat, sekian Terima kasih.

1 Share 1.000 Love

Rahasia

Nasucha

Seorang yang sedang belajar untuk menjadi pemerhati "pendidikan anak". Khususnya anak kita nanti. UvU
Rahasia

Tinggalkan komentar