Sejarah Lomba Makan Kerupuk di HUT RI 17 Agustus, Ini Alasannya

Nasucha.id – Ternyata lomba makan kerupuk ada sejarahnya loh.

Sebentar lagi seluruh masyarakat akan memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76.

Tepatnya pada Selasa 17 Agustus 2021  

Banyak istilah, mulai dari lomba pitulasan, lomba agustusan, dan masih banyak lagi istilah yang berbeda-beda tiap daerahnya. BTW di daerahmu di sebut apa? Bisa share di kolom komentar ya.

Selain sebutannya, macam lomba juga beraneka ragam.

Mulai panjat pinang, balap karung, sepeda lambat, tarik tambang, tangkap belut, dan masih banyak lomba-lomba yang unik lainnya. BTW di daerahmu lomba apa aja?

Dari berbagai lomba, pasti kamu tidak asing dengan Lomba Makan Kerupuk.

Nah, ternyata masyarakat Indonesia pada zaman dahulu tidak ngasal loh mengadakan lomba yang satu ini.

Penasaran bukan? Yok kita bahas.

Lomba Makan Kerupuk

Ngintip KBBI, kerupuk adalah makanan yang dibuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak, kemudian dijemur agar mudah digoreng.

Sudah kebayangkan bagaimana bentuk dari kerupuk. Tapi ingat ya, penulisan yang baku itu “Kerupuk” bukan “Krupuk”.

Nah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI lewat Instagram resminya @kemdikbud.ri membagikan seharah dan alasan kenapa lomba makan kerupuk ada saat peringatan HUT RI.

Jadi jelas ini bukan dari opini penulis loh ya.

Menurut unggahannya, kerupuk merupakan salah satu makanan pelengkap masyarakat Indonesia, kususnya di era 1930 sampai 1940-an.

Kala itu krisis ekonomi sedang terjadi di Indonesia.

Itu menyebabkan harga kebutuhan pangan melonjak.

Masyarakat kalangan menengah ke bawah yang paling terdampak.

Akhirnya, kerupuk pun menjadi salah satu penyambung hidup lantaran harganya yang murah dan masih terjangkau masyarakat.

Pada tahun 1950-an mulai bermunculan lomba-lomba untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia.

Salah satunya lomba makan kerupuk.

Selain untuk menghibur rakyat setelah masa peperangan berkhir, lomba makan kerupuk juga menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia tentang kondisi sulit dan memprihatinkan pasa masa perang.

Menarik bukan? Jadi lomba makan kerupuk tidak asal muncul begitu saja.

Ternyata ada makna filosofis di balik lomba yang legendaris ini kan. 

Baca juga:  Latar Belakang Historis, Yuridis, dan Politik Terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS)
Previous

Apa Itu Bilyet Giro? Ini Pengertian dan 10 Syarat Formalnya

Contoh dari Kerajinan Bahan Lunak Buatan

Next

Tinggalkan komentar